Minggu, 15 Mei 2016

BAITURRAHMAN, Masjid di Simpang lima Semarang




BAITURRAHMAN, Masjid di Simpang lima Semarang
Baiturrahman Semarang merupakan sebuah masjid yang terletak di kawasan Simpang Lima, Semarang, Indonesia. Masjid ini dibangun mulai tahun 1968 dan selesai pada tahun 1974 lantas diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 15 Desember 1974. Keberadaan masjid ini hingga sekarang menjadi kebanggaan warga Semarang, apalagi lokasinya berada di Simpang Lima yang merupakan pusat kota Semarang. Bangunan masjid berbentuk Limasan dan berdiri di atas lahan seluas 11.765 m2. Saat ini Masjid Raya Baiturrahman tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan wadah berkumpulnya umat, melainkan juga pusat dakwah Islam. Di kompleks tersebut juga berkembang pesat lembaga pendidikan TK - SD H Isriati 1.




Masjid Baiturrahman didirikan di kawasan Simpang Lima, adalah sebuah lapangan yang berada di pusat Kota Semarang. Lapangan ini disebut juga Lapangan Pancasila. Simpang Lima merupakan pertemuan dari lima jalan yang menyatu, yaitu Jl. Pahlawan, Jl. Pandanaran, Jl. Ahmad Yani, Jl. Gajah Mada dan Jl A Dahlan. Di sekitarnya berdiri hotel berbintang dan pusat perbelanjaan, diantaranya Hotel Ciputra, Hotel Horison, Mall dan Hotel Ciputra, gedung E Plaza, Plaza Simpang Lima, toko oleh – oleh Brilliant, Ace Hardware Plaza juga terdapat gedung Telkom serta Sekolah Menengah Kejuruan SMKN 7 Semarang. Lapangan ini merupakan pusat keramaian warga Semarang setiap hari Sabtu - Minggu. Terutama pada hari minggu pagi saat Car Free Day tempat ini hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan bersepeda.


Jumat, 13 Mei 2016

TPA SEMARANG; BARTER ANTARA LIMBAH DAN NASI RAMES

TPA SEMARANG; Barter antara Limbah dan Nasi Rames
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Semarang yang berlokasi di jatibarang kecamatan Gunungpati layak disimak kemajuaan dan kreatifitas warganya. Sejak dibangun pada tahun 1996 lahan tidak produktif dijadikan timbunan sampah buangan tak bernilai serta tempat penggembalaan hewan penduduk sekitarnya. Pada awal januari 2016 ini di TPA Jatibarang, Kota Semarang sepasang suami istri Sarimin (54) dan Suratmi (52) mendirikan warung makan dengan nama KANTIN GAS METHAN.
Pasangan suami-istri ini terlihat bahagia lantaran bisa kembali berusaha setelah gagal panen dan sempat bangkrut akibat bisnis rongsokan sampah di Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Kreatifitas pasangan suami istri ini berupa makanan yang dibeli cukup dibayarkan dengan plastik limbah. Oleh karena itu, target pembelinya adalah para pemulung yang mengais nafkah di tempat sampah terbesar di Gunungpati, Semarang. Pak Surimin optimis warung makan kreatif ini akan lestari karena pernah menekuni bisnis rongsokan selama 8 tahun serta saat ini berpengalaman menangani 33 orang pemulung di lahan tersebut. 
Mereka terus berupaya demi menafkahi anak-anak yang tengah mengenyam pendidikan tinggi.  Hal inilah yang membuat pasangan suami istri ini semangat kreatif. Dari empat warung makan yang ada di TPA Jatibarang, hanya warungnya yang menggunakan alat transaksi plastik. Limbah plastik dihargai Rp 400,- per kilo dan rata – rata pemulung membawa 20 kg plastik limbah pada saat makan siang..
Transaksi yang diperoleh 20 kg sampah sebenarnya ada 2 yakni Suratmi menerima Rp 8000,- serta suaminya menerima Rp 2000,- dari keuntungan menjualnya sebesar Rp 100,- per kilo. Plastik yang mereka kumpulkan kemudian dijual lagi ke pengepul dengan harga Rp 500. Keuntungan keluarga ini sekitar Rp 1.500.000,- per bulan serta sudah menikmati makan di warung.
Pada awalnya keluarga ini pun juga ikut memulung di TPA selama 1,5 tahun lantas muncul ide berjualan makanan di tempat sampah. Mereka pun bersyukur karena Pengelola TPA Jatibarang memberikan fasilitas dan izin untuk berjualan. Biaya air, listrik, gas dan sewa tempat tidak dipungut biaya sehingga terasa sangat membantu bagi pasangan asal Rembang ini.
Warung berbayar li
mbah plastik ini juga menggunakan gas metana hasil dari endapan sampah yang telah diolah. Setidaknya, saat ini telah ada 101 keluarga di sekitar TPA yang menikmati fasilitas gratis tersebut. 
Koordinator Pemulung TPA Jatibarang, Sutarno (69) mengatakan, ide untuk membuat kantin berbayar plastik dilatarbelakangi banyaknya pemulung yang tidak mempunyai uang. Mereka hanya punya barang-barang yang dipulung.
“Pemulung menawarkan
barang pulungannya. Warung-warung pada gak mau, akhirnya pak Sarimin bersedia dan direalisasi” ujar Tarno. Nazar Nurdin, para pemerhati sampah bahkan Bapak Walikota Semarang tampak memberi apresiasi atas aktifitas di TPA Jatibarang.

Semangat Makoto, makooto TKTGD

PROPERTI SEMARANG; PROSPEK RUMAH TAPAK DAN HUNIAN VERTIKAL

Properti Semarang, prospek Rumah tapak dan Hunian vertikal

            Kebutuhan akan perumahan bagi warga serta tamu di Semarang dan JawaTengah kian tinggi. Hal ini dapat dilihat dari Angka Backlog ‘kebutuhan perumahan’ bagi Jawa Tengah mencapai 1,3 juta rumah sedangkan untuk tingkat Nasional mencapai sekitar 12 juta rumah. Rumah Susun ‘rusun’ menjadi alternatif mengurangi Angka Backlog tersebut.
            DTKP ‘  Dinas Tata Kota dan Perumahan  ‘ Kota Semarang menyebutkan tahun 2016 sudah tersedia Rusun Pekunden yang pertama kali dibangun di Semarang, Rusun Badarharjo, Rusun Kaligawe, Rusun Plamongansari serta Rusun Karangroto dengan jumlah total 1400 unit rusun. Rusun tersebut berlokasi di Semarang Tengah, Semarang Utara dan Semarang Timur. Sedangkan Semarang Barat banyak ditempati kawasan industri serta Semarang Selatan condong untuk rumah tapak.
            Apartemen sudah tersedia banyak, baik yang siap huni, kondisi penyelesaian akhir ‘finishing’ maupun baru fondasi. Apartemen tersebut antara lain Apartemen Setiabudi Royal D’Paragon, W/R Simpanglima, Best Western Star, Parama Graha, Amartha Viuw, Candiland, Sentraland, The Pinnacle, Mutiara Garden, Tentrem, Marquis de Lafayetee, Royal Paragon, The Abimanyu, Paltrow, Taman Sari Cendekia. Harga apartemen yang ditawarkan berkisar Rp 0,5 – 2 miliar. Para pengembang kreatif menjual dengan berbagai penawaran dari diskon harga hingga kelengkapan fasilitas di masing – masing menara/ tower.
            Sikap Pemerintah propinsi Jateng tergolong hati – hati mengingat Jawa Tengah ditetapkan sebagi Gudang Pangan Nasional maka total lahan pertanian dijaga dan senantiasa mendapat irigasi yang memadai. Penentu peruntukkan lahan berada di bawah kendali Pemda / Pemkab karena dari merekalah izin perumahan dikeluarkan. Pemda / Pemkab yang menentukan zona perumahan, zona pertanian, zona industri, zona pendidikan dan yang lainnya.

Hp 081225 779048
WA 085878 212298
BB 5C9 AAF 89
Email ke gunadipermata@gmail.com


Rabu, 11 Mei 2016

FESTIVAL WADUK JATIBARANG DI SEMARANG



FESTIVAL WADUK JATIBARANG DI SEMARANG
Waduk Jatibarang di Gunungpati Semarang berhasil menyedot perhatian ribuan keluarga dari Semarang, Ungaran dan sekitarnya. Dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kota Semarang ke 469, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar Kota Semarang menyelenggarakan acara Kontes Busana Adat Jawa Tengah dan Kreasi Batik bagi anak – anak pada hari minggu 8 Mei 2016 di Gunungpati – Semarang. Peragaan busana sebagai ajang mencari bakat anak serta mengasah kemandirian anak ini telah diikuti oleh puluhan anak baik pria maupun wanita dari segenap penjuru Semarang. Bahkan para orang tua turut berdesakan melihat dan antusias memberi apresiasi positiv atas penampilan anak serta kerabat mereka.
DPRD Kota Semarang juga turut mendukung dengan menyelenggarakan Lomba fotografi bertema SUNSET IN SEMARANG, Kota Lumpia ini. Para pegiat wisata dan pelaku usaha plus UMKM juga menyemarakkan ulang tahun tersebut, terlihat hotel, mall, supermarket pun juga berperan serta dengan menghias etalase serta membuat bulan diskon SEMARGRES ‘Semarang Great Sales’ dan acara -  acara kuliner seperti WISATA KULINER SEMARANG diadakan oleh SRI RATU Supermarket
.


Kota Semarang pada tahun 2016 ini menerima Parasamya Purnakarya Nugraha , suatu prestasi yang patut dibanggakan. Pemkot Semarang dengan slogan BERGERAK BERSAMA MEMBANGUN SEMARANG menyemangati roda pembangunan fisik maupun non fisik bagi kawasan pantai maupun kawasan gunung yang masih hijau seperti di kecamatan Mijen dan Gunungpati. Terlebih potensi kawasan di Mijen sebagai area Sports Center berkelas Internasional.

Festival Banjir Kanal yang meriah juga akan kembali digelar tanggal 20-22 Mei 2016.

Minggu, 08 Mei 2016

FESTIVAL SEMARANG, KOTA SEMARANG BER- ULANG TAHUN




Perayaan ulang tahun kota Semarang ke 469 dimeriahkan dengan Semarang Night Carnival yang diselenggarakan pada hari sabtu malam 7 Mei 2016 di kawasan Kota Lama. Start dimulai dari gereja Gedangan – jalan Letjend Suprapto – gereja Blenduk – samping kantor bank Mandiri. Pementasan koreografi berlangsung di depan gereja Blenduk mengundang decak kagum penonton muda – mudi yang ribuan jumlahnya. Bahkan hujan turun tidak menyurutkan mereka memberi apresiasi positif pada temannya yang sedang tampil.
Pembukaan karnaval ditandai penekanan tombol sirine oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan wakilnya Hevearita Gunaryanti serta para pejabat lainnya. Tema SNC 2016 yakni Fantasi Warak Ngendog dengan Artistic Director SNC 2016 Heru Mataya telah mengambil konsep kostum ‘berbahan alami dan ramah lingkungan’. Warak adalah hewan fantasi khas kota Semarang yang merupakan akulturasi budaya Jawa – Tionghoa – Arab. Gerak festival budaya ini mendukung ajakan presiden Jokowi agar setiap Daerah mengembangkan Potensi Tertentu, bahkan memberi wadah bagi kaum muda melakukan ekspresi diri secara positiv. Sukses palaksanaan SNC diawali pada 30 April 2011 dan berlangsung terus rutin tahunan.
Festival budaya dalam bentuk karnaval ini bersamaan pada siang harinya para siswa SMU / SMK diumumkan kelulusan, tentu kegembiraan mereka terlihat dari berjubelnya ribuan muda – mudi kota Semarang dan sekitarnya. 800 peserta mayoritas peserta karnaval dari SMU serta SMP, salah satunya Thalita Pramesti memakai kostum yang diberi nama TANDUK API dengan baju dari bahan daun bambu dan bahan alami lainnya. Penampil lainnya memakai kostum dengan nama antara lain Lidah Warak, Gigi Warak, Sisik Warak, Harmoni Warak.
HUT Semarang ke 469.. selamat dan semoga makin sejahtera bagi semua warganya..
Bulatkan tekad Semarang Hebat.. inilah semangat Membangun, semangat Produktif agar kota Semarang mampu setara dengan kota metropolitan lainnya
Salah satu program unggulan kota Semarang yakni Program ‘GERBANG HEBAT’ kependekan dari Gerakan Bersama Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran melalui Harmonisasi Ekonomi, Edukasi, Ekosistem, Etos Bersama Masyarakat.


TUGU MUDA, semangat para pemuda


Kota Semarang ibukota Jawa Tengah dengan lokasi di Pantura memiliki potensi budaya, pendidikan dan ekonomi berupa Kota Lama, Lawang Sewu, Tugu Muda, Simpang Lima plus bangunan gereja, masjid, klenteng, vihara yang terawat apik. Juga dikenal dari oleh – oleh khas berupa wingko, moci, lumpia, bandeng dan olahan ikan. Berada perguruan tinggi di Semarang seperti Undip, Unes, UIN, Untag, Unika, Udinus, STMIK ProVisi, USM, Unisbank plus sekolah lanjutan unggulan seperti Loyola, Karangturi, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, PIKA.


Undip, Unes, UIN.... semangat
Untag, Unika, Udinus.... semangat
ProVisi, USM, Unisbank.... semangat